{"id":787,"date":"2016-01-21T11:49:48","date_gmt":"2016-01-21T11:49:48","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/2016\/01\/21\/sejarah-pahlawan-di-mata-uang\/"},"modified":"2021-11-02T11:41:49","modified_gmt":"2021-11-02T04:41:49","slug":"sejarah-pahlawan-di-mata-uang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/sejarah-pahlawan-di-mata-uang\/","title":{"rendered":"Gambar Tokoh Pahlawan di Balik Lembaran Uang Rupiah"},"content":{"rendered":"\n<p>Mengenal sejarah tak melulu dari duduk di bangku sekolah. Mari mengenal para\u00a0pahlawan nasional dari dalam dompet. Yuk, cari tahu siapa tokoh pahlawan di balik lembaran uang Rupiah kamu!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rp2000: Pangeran Antasari<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"626\" height=\"304\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/d3655e17-2000.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7238\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pangeran Antasari adalah pangeran Kesultanan Banjar, Kalimantan Selatan. Lahir di&nbsp;Martapura pada 1809, putera Pangeran Mas\u2019ud ini memimpin serangan melawan&nbsp;Belanda pada Perang Banjarmasin 18 April 1859. Beliau berhasil mengerahkan 6000&nbsp;tentara gabungan Martapura, Kapuas, Pelaihari, Barito, dan Kahayan yang berhasil&nbsp;membuat Belanda kewalahan. Perang Banjarmasin berhasil menenggelamkan Kapal&nbsp;Onrust yang juga menewaskan Letnan Van der Velde, Desember 1859. Pada Oktober&nbsp;1862, wabah cacar menyerang Kalimantan Selatan, yang juga memanggil pulang&nbsp;Pangeran Antasari di usia 53 tahun. Pangeran Antasari ditetapkan sebagai pahlawan&nbsp;nasional oleh Presiden Soeharto melalui Dekrit Presiden 1968 No. 06\/TK\/1968.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rp5000: Tuanku Imam Bonjol<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"269\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/efe729d5-5000.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7239\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Muhammad Shahab lahir di Bonjol, Sumatera Barat pada 1772. Dengan gelar Tuanku&nbsp;Imam Bonjol, Beliau memimpin Kaum Padri dalam Perang Padri yang mencoba&nbsp;menegakkan syariat Islam di Minangkabau, antara lain menghapuskan kebiasaan adat&nbsp;perjudian, sabung ayam, konsumsi opium, miras, dan lain-lain. Perang melawan Kaum&nbsp;Adat (orang-orang Minang, Mandailing, dan Batak) yang ditunggangi oleh Belanda&nbsp;berlangsung 18 tahun lamanya. Sadar dipecah-belah oleh Belanda, Kaum Padri dan&nbsp;Kaum Adat sepakat berpegang pada adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah&nbsp;(adat berdasar agama, agama berdasar kitab Allah) dan bersama melawan penjajah.&nbsp;Tuanku Imam Bonjol ditangkap Belanda Oktober 1837 dengan dalih berunding damai.&nbsp;Beliau kemudian diasingkan ke Cianjur, Ambon, hingga wafat di Minahasa 8 November&nbsp;1864.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rp10.000: Sultan Mahmud Badarudin II<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"622\" height=\"288\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/55665a67-10000.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7240\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemimpin Kesultanan Palembang-Darussalam ini memimpin pertempuran melawan&nbsp;penjajahan Belanda dan Inggris yang ingin menguasai Palembang serta Kepulauan&nbsp;Bangka untuk mengeksploitasi timah. Awalnya Inggris menjalin kerjasama baik-baik&nbsp;dengan Palembang, namun ketika Belanda mencoba menduduki Palembang, Inggris&nbsp;mencoba menghasut Sultan Mahmud untuk mengusir Belanda. Setelah perjuangan&nbsp;panjang, Palembang akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada 25 Juni 1852. Sultan&nbsp;Mahmud Badarudin II dan keluarga diasingkan ke Ternate sampai akhir hayatnya pada&nbsp;25 September 1852. Kini nama Beliau diabadikan sebagai Bandara Internasional&nbsp;Palembang, Sumatera Selatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rp20.000: Otto Iskandar Dinata<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"545\" height=\"480\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/02246ddf-20000.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7241\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Raden Otto Iskandar Dinata lahir di Bojongsoang, Soreang, Kabupaten Bandung pada&nbsp;31 Maret 1897. Berbeda dengan dua pahlawan sebelumnya yang berjuang dengan&nbsp;senjata, Otto memperjuangkan kemerdekaan melalui politik dan diplomasi. Sejak&nbsp;sekolah, Otto telah menunjukkan \u2018bakat\u2019 pemberontak dan punya rasa ingin tahu tinggi&nbsp;pada kasus-kasus penyimpangan Belanda. Otto tak segan membongkarnya di media&nbsp;massa, dan memekikkan \u2018Indonesia merdeka!\u2019. Inilah sebabnya Beliau dijuluki Si Jalak&nbsp;Harupat (ayam jantan) yang identik dengan kekuatan, sifat pemberani, dan berkokok&nbsp;nyaring. Mantan Menteri Negara Pertahanan RI ini tewas oleh Laskar Hitam, cikal-bakal&nbsp;pemberontakan DI\/TII. Jenazahnya tak pernah ditemukan. Untuk menghormati jasa&nbsp;Beliau, namanya diabadikan sebagai nama jalan di berbagai daerah, dan Stadion&nbsp;Sepak Bola Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rp50.000: I Gusti Ngurah Rai<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"448\" height=\"191\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/351a91c9-50000.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7242\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>I Gusti Ngurah Rai lahir di Kabupaten Badung, 30 Januari 1917. Semasa hidupnya&nbsp;yang terbilang singkat, yaitu 29 tahun, Beliau telah berkecimpung di bidang militer&nbsp;selepas SMA. Ngurah Rai menerima mandat dari Pusat Pemerintahan RI, Yogyakarta&nbsp;untuk mengusir 2000 tentara Belanda yang mendarat 2 dan 3 Maret 1946. Pada 20&nbsp;November 1946, Belanda menggempur wilayah Marga, Bali dalam upaya kembali&nbsp;menduduki Indonesia. Letkol Ngurah Rai mengomando puputan dan bertempur habis-habisan hingga mati. Ngurah Rai gugur bersama sekitar 1700 pasukannya. Perang ini&nbsp;dikenang sebagai Perang Puputan Margarana. Beliau dianugerahi gelar anumerta&nbsp;Brigjen TNI dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Dekrit Presiden&nbsp;1975 No. 063\/TK\/1975.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal sejarah tak melulu dari duduk di bangku sekolah. Mari mengenal para\u00a0pahlawan nasional dari dalam dompet. Yuk, cari tahu siapa tokoh pahlawan di balik lembaran uang Rupiah kamu! Rp2000: Pangeran Antasari Pangeran Antasari adalah pangeran Kesultanan Banjar, Kalimantan Selatan. Lahir di&nbsp;Martapura pada 1809, putera Pangeran Mas\u2019ud ini memimpin serangan melawan&nbsp;Belanda pada Perang Banjarmasin 18 April &#8230; <a title=\"Gambar Tokoh Pahlawan di Balik Lembaran Uang Rupiah\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/sejarah-pahlawan-di-mata-uang\/\" aria-label=\"Read more about Gambar Tokoh Pahlawan di Balik Lembaran Uang Rupiah\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7243,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1637,474,3240,4400],"tags":[],"class_list":["post-787","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","category-inspiration","category-sejarah","category-uang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/787","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=787"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/787\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}