{"id":508,"date":"2016-07-19T09:43:03","date_gmt":"2016-07-19T09:43:03","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/2016\/07\/19\/tata-cara-puasa-syawal\/"},"modified":"2016-07-19T09:43:03","modified_gmt":"2016-07-19T09:43:03","slug":"tata-cara-puasa-syawal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/tata-cara-puasa-syawal\/","title":{"rendered":"Tata Cara Puasa Syawal"},"content":{"rendered":"<div class=\"kg-card-markdown\">\n<p align=\"LEFT\"><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\">Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang dianjurkan dengan berbagai keutamaan dan pahala yang besar. Dari <\/span><\/span><\/em><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\">Abu Ayyub Al-Anshari RA, Rasulullah SAW bersabda, \u201c<\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.<\/i><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d (HR. Muslim). Lebih lanjuts disebutkan oleh Imam Ahmad dan An-Nasa\u2019i, meriwayatkan dari Tsauban, <\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Rasulullah SAW bersabda, \u201cPuasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh.<\/i><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d (HR. Ibnu Khuzaimah &amp; Ibnu Hibban).<\/span><\/span><\/strong><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Kemudian, bagaimana tata cara puasa Syawal yang benar?<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/id\/products\/new-arrival?utm_source=hijupmagz&amp;utm_medium=web&amp;utm_term=branding&amp;utm_content=hijupmagz&amp;utm_campaign=tata-cara-puasa-syawal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-11773\" src=\"https:\/\/assets.hijup.com\/blog\/2016\/07\/puasa-sawal1-300x169.jpg\" alt=\"Bagaimana Tata Cara Puasa Syawal?\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><strong><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>1-<\/b><\/span><\/span><\/strong><em><span style=\"color: #000080;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b> D<\/b><\/span><\/span><\/em><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>ilakukan selama enam hari<\/b><\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p>Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, puasa Syawal dilakukan selama enam hari.<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000080;\"><b>2-<\/b><\/span><\/strong><b> Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri <\/b><\/p>\n<p>Adapun di antara enam hari tersebut diutamakan sehari setelah Idul Fitri. Namun tidak mengapa jika diakhirkan selama masih di bulan Syawal. Hikmah menyegerakan puasa Syawal di awal bulan adalah menunjukkan sikap bersegera melakukan kebaikan.<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000080;\"><b>3-<\/b><\/span><\/strong><b> Lebih utama dilakukan secara berurutan <\/b><\/p>\n<p>Puasa Syawal boleh dilakukan selama enam hari berturut-turut, namun boleh juga dilakukan tidak secara berurutan. Tak dipungkiri ada rasa malas menjalankan ibadah puasa. Cukup berat untuk menahan makan-minum selama sehari penuh, apalagi ketika lingkungan kita kebanyakan tidak berpuasa. Untuk itu, sebaiknya puasa Syawal dilakukan berurutan sehingga kita terbiasa dan tidak terasa terlalu berat.<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000080;\"><b>4-<\/b><\/span><\/strong><b> Harus membayar hutang puasa dulu<\/b><\/p>\n<p>Ketika dihadapkan pada ibadah sunnah dan wajib, maka ibadah wajib yang harus kita utamakan. Untuk itu, pastikan kamu sudah membayar hutang puasa Ramadhan tahun ini, baru kemudian puasa Syawal.<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000080;\"><b>5-<\/b><\/span><\/strong><b> Boleh dilakukan hari Jumat dan hari Sabtu<\/b><\/p>\n<p>Dalam sebuah hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, <i>\u201cJanganlah salah satu dari kalian puasa di hari Jum\u2019at kecuali bila berpuasa sebelum atau sesudahnya\u201d<\/i> (HR. Bukhari &amp; Muslim). Lebih lanjut, dari Ummul Mu\u2019minin Juwairiyah, <i>\u201cRasulullah masuk kepadanya ketika sedang puasa pada hari Jum\u2019at, lalu Rasulullah, \u201cApakah engkau puasa kemarin?\u201d. Ummul Mu\u2019minin menjawab, \u201cTidak\u201d. Lalu Rasulullah bertanya kembali, \u201cApakah besok engkau ingin berpuasa kembali?\u201d. \u201cTidak\u201d, jawabnya. Lalu Rasulullah bersabda, \u201cBerbukalah!\u201d <\/i>(H.R. Bukhari).<\/p>\n<p>Para ulama bersepakat bahwa puasa Rasulullah melarang puasa pada hari Jumat karena hari Jumat adalah hari raya umat Islam dalam satu pekan. Sedangkan Sabtu adalah hari agung kaum Yahudi (<i>sabat <\/i>atau <i>shabat<\/i>), sehingga umat Islam harus menghindari puasa khusus di hari ini. Maka berdasarkan paparan ini, puasa Syawal boleh dilakukan pada hari Jumat dan Sabtu, selama kamu juga berpuasa pada hari Kamis atau Minggu.<\/p>\n<p align=\"LEFT\">\n<p align=\"LEFT\">\n<p align=\"LEFT\">\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang dianjurkan dengan berbagai keutamaan dan pahala yang besar. Dari Abu Ayyub Al-Anshari RA, Rasulullah SAW bersabda, \u201cBarangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.\u201d (HR. Muslim). Lebih lanjuts disebutkan oleh Imam Ahmad dan An-Nasa\u2019i, &#8230; <a title=\"Tata Cara Puasa Syawal\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/tata-cara-puasa-syawal\/\" aria-label=\"Read more about Tata Cara Puasa Syawal\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[482,1092,1344],"tags":[],"class_list":["post-508","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-faith","category-puasa","category-puasa-syawal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=508"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}