{"id":2547,"date":"2019-08-30T05:13:08","date_gmt":"2019-08-30T05:13:08","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/2019\/08\/30\/cara-menyimpan-asi\/"},"modified":"2019-08-30T05:13:08","modified_gmt":"2019-08-30T05:13:08","slug":"cara-menyimpan-asi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/cara-menyimpan-asi\/","title":{"rendered":"Cara Menyimpan ASI"},"content":{"rendered":"<div class=\"kg-card-markdown\">\n<p>Menyusui merupakan bentuk kasih terindah yang bisa diberikan seorang ibu. Selain bisa menjadi momen <em>bonding<\/em> terbaik dengan sang anak, ASI juga memiliki segundang manfaat yang mampu mendukung tumbuh kembang anak. Namun, untuk seorang <em>working mom<\/em>, menyusui bisa menjadi kendala tersendiri. Beruntungnya, saat ini sudah tersedia pompa ASI yang memudahkan ibu untuk menyimpan ASI untuk diberikan pada anak kala berpergian atau pergi ke kantor. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyimpan ASI agar tidak rusak dan aman untuk dikonsumsi bayi. Apa saja ya? Berikut cara menyimpan ASI yang benar.<\/p>\n<h2 id=\"caramenyimpanasiperah\">Cara menyimpan asi perah:<\/h2>\n<h2 id=\"1caramenyimpanasiyangbenarsetelahdipompa\">1. Cara menyimpan asi yang benar setelah dipompa.<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/id\/tags\/baju-menyusui?h_medium=hijupmagz-link&amp;h_source=hijupmagz&amp;h_campaign=hijupmagz&amp;h_content=cara-menyimpan-asi-2019\/08\/30\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/4.png\" alt=\"4\"><\/a><\/p>\n<p>Pertama-tama, pastikan mencuci tangan dengan bersih agar bakteri tidak masuk. Pompa ASI menggunakan pompa ASI manual atau elektrik. Untuk para ibu bekerja di kantor, sebaiknya ASI dipompa pada pagi hari kemudian disimpan di dalam kulkas untuk kebutuhan selama ditinggal bekerja. Saat berada dikantor, kegiatan <em>pumping<\/em> tetap bisa dilakukan saat jam istirahat. Setelah selesai <em>pumping<\/em>, simpan ASI pada wadah kantong ASI atau botol kaca. Pastikan kamu mencuci terlebih dahulu wadah ASI dan botol susu ditutup rapat agar kedap udara.<\/p>\n<h2 id=\"2caramenyimpanasidikulkas\">2. Cara menyimpan asi di kulkas.<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/id\/tags\/baju-menyusui?h_medium=hijupmagz-link&amp;h_source=hijupmagz&amp;h_campaign=hijupmagz&amp;h_content=cara-menyimpan-asi-2019\/08\/30\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3.png\" alt=\"3\"><\/a><br \/>\nSelain menyimpan ASI di kulkas, kamu juga bisa menyimpan ASI menggunakan kotak pendingin (cool box) dengan batu es, namun setelah tiba di rumah segera masukan ASI ke dalam kulkas bersuhu 4\u00b0C atau lebih dingin. Labeli ASI dengan menggunakan sticker dan tuliskan tanggal <em>pumping<\/em>, Ini sebagai pengingat sampai berapa lama ASI bisa digunakan. ASI sendiri dapat disimpan maksimum 5 hari pada suhu 4\u00b0C atau lebih dingin. Namun, bila dibekukan pada <em>freezer<\/em> suhu -15\u00b0C, ASI dapat disimpan kurang lebih 2 minggu untuk <em>freezer<\/em> kulkas satu pintu. Sedangkan untuk <em>freezer<\/em> kulkas dua pintu, ASI bisa digunakan sampai 3 bulan ke depan. Saat ini, jufa tersedia <em>freezer<\/em> khusus di bawah &#8211; 18\u00b0C, ini memungkinkan ASI bisa digunakan sampai 6 bulan ke depan.<\/p>\n<h2 id=\"3caramembersihkantempatpenyimpananataubotolasi\">3. Cara membersihkan tempat penyimpanan atau botol ASI.<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/id\/tags\/baju-menyusui?h_medium=hijupmagz-link&amp;h_source=hijupmagz&amp;h_campaign=hijupmagz&amp;h_content=cara-menyimpan-asi-2019\/08\/30\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/5.png\" alt=\"5\"><\/a><br \/>\nCaranya cukup mudah, bersihkan botol atau wadah dengan air hangat dan sabun botol khusus bayi. Bilas bersih botol kaca dengan air hangat atau bisa juga dengan merebusnya seperti halnya mempersiapkan botol biasa selama 5 menit dan keringkan. Saat ini bahkan sudah tersedia alat sterilisasi elektrik yang bisa memudahkan proses sterilisasi.<\/p>\n<h2 id=\"4caramemberikanasiyangdisimpandarifreezer\">4. Cara memberikan ASI yang disimpan dari <em>freezer.<\/em><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/id\/tags\/baju-menyusui?h_medium=hijupmagz-link&amp;h_source=hijupmagz&amp;h_campaign=hijupmagz&amp;h_content=cara-menyimpan-asi-2019\/08\/30\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/2-1.png\" alt=\"2-1\"><\/a><br \/>\nTaruh ASI yang akan diberikan di dalam kulkas bagian bawah selama 4 jam sebelumnya. Keluarkan ASI dari kulkas dan rendam botol atau wadah ASI menggunakan mangkuk berisi air panas. Apabila ASI tersebut tidak habis dalam sekali pakai, jangan digunakan kembali setelah 24 jam. Jangan pernah memanaskan ASI dengan <em>microwave.<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/id\/tags\/baju-menyusui?h_medium=hijupmagz-link&amp;h_source=hijupmagz&amp;h_campaign=hijupmagz&amp;h_content=cara-menyimpan-asi-2019\/08\/30\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/HIJUP-1.png\" alt=\"HIJUP-1\"><\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyusui merupakan bentuk kasih terindah yang bisa diberikan seorang ibu. Selain bisa menjadi momen bonding terbaik dengan sang anak, ASI juga memiliki segundang manfaat yang mampu mendukung tumbuh kembang anak. Namun, untuk seorang working mom, menyusui bisa menjadi kendala tersendiri. Beruntungnya, saat ini sudah tersedia pompa ASI yang memudahkan ibu untuk menyimpan ASI untuk diberikan &#8230; <a title=\"Cara Menyimpan ASI\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/cara-menyimpan-asi\/\" aria-label=\"Read more about Cara Menyimpan ASI\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":4887,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[474],"tags":[],"class_list":["post-2547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspiration"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2547"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2547\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}