{"id":221,"date":"2017-06-21T07:54:09","date_gmt":"2017-06-21T07:54:09","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/2017\/06\/21\/gitasavs-a-cup-of-tea\/"},"modified":"2017-06-21T07:54:09","modified_gmt":"2017-06-21T07:54:09","slug":"gitasavs-a-cup-of-tea","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/gitasavs-a-cup-of-tea\/","title":{"rendered":"Gitasav\u2019s a cup of Tea"},"content":{"rendered":"<div class=\"kg-card-markdown\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Pembawaannya yang santai di setiap video pada YouTube channel miliknya dan tulisannya yang lugas pada blognya A cup of tea, membuat Gita Savitri Devi atau yang akrab dipanggil Gitasav menjadi pusat perhatian. Perempuan kelahiran 27 Juli 1992 ini besar di Jakarta dan memiliki mimpi untuk bekerja menjadi ahli Kimia di sebuah labolatorium. Gita memang berkuliah di jurusan Kimia Murni di Freie Universitat Berlin. Tulisannya Generasi Tutorial sempat menjadi viral dan beberapa video di YouTubenya juga ditonton lebih dari ratusan ribu <em>views<\/em>. Sosoknya di <em>sosial media<\/em>, benar-benar membuat saya penasaran untuk mengenal sosok Gita lebih dekat.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/?utm_medium=web&amp;utm_source=hijupmagz&amp;utm_campaign=hijupmagz&amp;utm_content=gitasavs-a-cup-of-tea-2017\/6\/21\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-14741\" title=\"gaya gitasav\" src=\"https:\/\/assets.hijup.com\/blog\/2017\/06\/gitasav-2-683x1024.jpg\" alt=\"gitasav 2\" width=\"500\" height=\"750\" \/><\/a><\/p>\n<p lang=\"en-US\" style=\"text-align: center;\" align=\"LEFT\">HIJUP X ALLURA &#8211; Chelsea Scarf<\/p>\n<p lang=\"en-US\" style=\"text-align: center;\" align=\"LEFT\">HIJUP X MissMarina &#8211; Lamia Gamis<\/p>\n<p lang=\"en-US\" style=\"text-align: center;\" align=\"LEFT\"><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/?utm_medium=web&amp;utm_source=hijupmagz&amp;utm_campaign=hijupmagz&amp;utm_content=gitasavs-a-cup-of-tea-2017\/6\/21\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6468 size-full\" src=\"https:\/\/assets.hijup.com\/blog\/2015\/11\/shop-here-button-05.png\" alt=\"shop-here-button-05\" width=\"155\" height=\"30\" \/><\/a><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Ceritain dong Gita, kapan awal mula pakai <a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/\" data-internallinksmanager029f6b8e52c=\"5\" title=\"Hijab\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hijab<\/a>?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Awal pakai hijab sejak 2012 karena pengaruh kuat dari muslimah Indonesia yang tinggal di Jerman. Di Jerman juga banyak yang menggunakan hijab dengan berbagai gaya.\u00a0<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Sayangnya warga Islam dari berbagai negara yang bermukim di Jerman tidak bergabung satu sama lain.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Kalau blogging kapan mulainya? Gimana rasanya sekarang sudah jadi <span lang=\"en-US\"><i>centre of attention<\/i><\/span> di <em>social media<\/em>?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Blogging dari tahun 2009 karena di tahun tersebut, waktu itu aku baru lulus dari sekolah dan di masa menunggu masuk kuliah. Rasanya aneh. Aku masih ngerasa aku bukan siapa-siapa, ini bukan tentang aku tapi konten yang aku buat. Tapi kalau ada yang minta foto bareng, itu sih yang paling aneh.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Gita sendiri merasa mulai diperhatikan sejak kapan?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Awalnya dari video aku yang bercerita tentang pengalaman kuliah di Jerman. Aku sendiri lebih menikmati <span lang=\"en-US\"><i>blogging<\/i><\/span> karena <span lang=\"en-US\"><i>audience-<\/i><\/span>nya lebih banyak diskusi dibandingkan <span lang=\"en-US\"><i>audience<\/i><\/span> YouTube yang mungkin secara tidak sengaja mampir ke video yang dia buat.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Dengan <em>follower<\/em> yang Gita miliki apa yang ingin Gita lakukan?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Aku merasa anak muda Indonesia itu terlalu mengikuti <span lang=\"en-US\"><i>pattern<\/i><\/span> yang ada. Selesai SD, kemudian SMP, kemudian SMA, kemudian kuliah dan menikah, punya anak. Anak muda jaman sekarang harus punya keberanian untuk menyusun hidupnya sendiri, jangan terjebak dengan pola yang ada di sekitar kita. Satu lagi, aku merasa anak muda di Indonesia juga sulit untuk punya <span lang=\"en-US\"><i>lifestyle<\/i><\/span> sendiri padahal Indonesia itu kan besar. Semua seakan-akan terpusat pada apa yang dibagikan lewat <em>sosial media<\/em>, yang dibagikan oleh anak muda Jakarta. Aku melihat masih banyak anak muda yang susah payah ingin mengejar S1 hanya karena status atau gengsi yang ingin dikejar, padahal banyak lho SMK lain yang bagus. Dan karena gaya hidup yang terpusat di Jakarta juga, banyak anak muda yang susah payah bertahan dengan gaya hidup yang tinggi.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Apa respon keluarga dengan kehidupan Gita di <em>sosial media<\/em>?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Aku sehari-hari memang banyak di depan laptop mulai dari <em>edit<\/em> foto sampai bikin video. Begitu mereka melihat tulisan dan video aku \u201cooh jadi ini ya pekerjaan kamu\u201d.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Apa alasan Gita membuat blog dan YouTube channel?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Blog itu wadah aku untuk menumpahkan semua yang ada di kepala aku karena pada dasaarnya aku <em>introvert<\/em>. Kalau aku pribadi sangat menyayangkan dengan <span lang=\"en-US\"><i>channel-channel <\/i><\/span>YouTube Indonesia yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia, padahal di Indonesia yang pertama diajarkan adalah sopan santun. Boleh jadi diri sendiri tapi bukan berarti lupa sama budaya Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Apa pendapat GIta dengan semakin maraknya anak muda yang semakin mudah mendapatkan materi dengan memanfaatkan <em>sosial media<\/em>?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Sebenarnya sih ngga masalah, <span lang=\"en-US\"><i>as long as<\/i><\/span> itu halal. Tapi lebih baik lagi kalau <span lang=\"en-US\"><i>channel <\/i><\/span>mereka bisa dimanfaatkan dengan membuat <span lang=\"en-US\"><i>campaign<\/i><\/span> lain <span lang=\"en-US\"><i>other than fashion<\/i><\/span>, misalnya berbagi tentang pemikiran mereka yang bisa nge-<span lang=\"en-US\"><i>drive<\/i><\/span> anak muda ke arah yang lebih baik.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Dalam hal <em>fashion<\/em>, <span lang=\"en-US\"><i>must have items<\/i><\/span> Gita apa aja?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\"><em>Sneakers<\/em>, karena aku ngga bisa pakai <a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/categories\/shoes\" data-internallinksmanager029f6b8e52c=\"24\" title=\"Sepatu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sepatu<\/a> tinggi. Baju apa aja asal longgar. Aku suka semua yang simple dan ngga <span lang=\"en-US\"><i>neko-neko<\/i><\/span>.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Tips berkuliah di luar negeri menurut Gita?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Jangan hanya mengejar lulus cepat dan nilai bagus, tapi mentalnya dirubah kalau kuliah di luar itu harus punya <em>mindset<\/em> cerdas. Nikmatin selama hidup sendiri, apalagi yang kuliah di luar sejak muda kaya aku umur 18 tahun. Karena itu proses pendewasaan diri kita juga.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Apa tips <em>fashion<\/em> yang berkuliah di luar negeri?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Jangan pilih material yang terlalu licin dan <em>flowy,<\/em> karena angin di luar itu kenceng banget. Terus modelnya yang senyaman mungkin apalagi kalau harus naik angkutan umum setiap saat.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Apa rencana Gita dalam waktu dekat selama tinggal di Indonesia?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Akan ada kolaborasi dengan Bena, menurutku dia salah satu YouTuber yang berkualitas.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Kalau rencana Gita ke depan setelah selesai di Indonesia?<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Aku lagi mau bikin buku sama Gagas Media, tentang pemikiran aku yang semoga bisa memotivasi anak muda ke arah yang positif. Setelah lebaran aku juga akan pergi ke London untuk ikut <span lang=\"en-US\"><i>camp<\/i><\/span> dan<em> training<\/em> bersama YouTuber lain. Disana akan dilatih tentang <span lang=\"en-US\"><i>how to make good content and deliver content.<\/i><\/span> Video akan bercerita tentang <em>xeno phobia, extrimism, hate speech.<\/em> Ke depannya, <span lang=\"en-US\"><i>insyallah<\/i><\/span> September bisa lulus.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Kasih tips dong bagaimana agar anak muda bisa memanfaatkan <em>sosial media<\/em> nya sebagai <span lang=\"en-US\"><i>source of income..<\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Coba dilihat apa yang sedang ramai dibicarakan. Dan jangan pernah jadikan uang sebagai satu-satunya tujuan kamu dalam membuat <em>sosial media.<\/em> Coba cari tujuan lain selain uang, misalnya ingin merubah <span lang=\"en-US\"><i>society<\/i><\/span>, mengejar pahala, <span lang=\"en-US\"><i>something bigger than money <\/i><\/span>jadi ngga gampang <span lang=\"en-US\"><i>drop<\/i><\/span> ketika misalnya <span lang=\"en-US\"><i>endorse<\/i><\/span>-an sepi, atau uang dari Google ngga banyak.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"LEFT\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Helvetica, serif;\">Kamu sendiri punya pertanyaan lain tentang Gita? Coba tulis pertanyaan kamu di kolom komen ya..\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembawaannya yang santai di setiap video pada YouTube channel miliknya dan tulisannya yang lugas pada blognya A cup of tea, membuat Gita Savitri Devi atau yang akrab dipanggil Gitasav menjadi pusat perhatian. Perempuan kelahiran 27 Juli 1992 ini besar di Jakarta dan memiliki mimpi untuk bekerja menjadi ahli Kimia di sebuah labolatorium. Gita memang berkuliah &#8230; <a title=\"Gitasav\u2019s a cup of Tea\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/gitasavs-a-cup-of-tea\/\" aria-label=\"Read more about Gitasav\u2019s a cup of Tea\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2523,474],"tags":[],"class_list":["post-221","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-gitasav-blog","category-inspiration"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/221\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}