{"id":209,"date":"2017-06-24T05:24:56","date_gmt":"2017-06-24T05:24:56","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/2017\/06\/24\/mengapa-harus-takbiran\/"},"modified":"2017-06-24T05:24:56","modified_gmt":"2017-06-24T05:24:56","slug":"mengapa-harus-takbiran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/mengapa-harus-takbiran\/","title":{"rendered":"Mengapa Harus Takbiran?"},"content":{"rendered":"<div class=\"kg-card-markdown\">\n<p><em><span style=\"color: #000000;\">Takbir adalah salah satu tradisi Idul Fitri yang cukup lekat dengan masyarakat Muslim Indonesia. Takbir berkumandang di mana-mana, menghadirkan suasan tersendiri yang tidak ditemukan di hari lain. <\/span><\/em><em><span style=\"color: #000000;\"><i>Takbiran<\/i><\/span><\/em><em><span style=\"color: #000000;\"> adalah salah satu cara menghidupkan malam hari raya bagi umat Muslim. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, <\/span><\/em><em><span style=\"color: #000000;\"><i>\u201cDan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.\u201d <\/i><\/span><\/em><em><span style=\"color: #000000;\">Salah satu bentuk pengagungan nama Allah adalah dengan bertakbir.<\/span><\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/id\/products\/new-arrival?utm_source=hijupmagz&amp;utm_medium=web&amp;utm_term=branding&amp;utm_content=hijupmagz&amp;utm_campaign=mengapa-harus-takbiran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-11515\" src=\"https:\/\/assets.hijup.com\/blog\/2016\/07\/takbiran-300x192.jpg\" alt=\"Tradisi takbiran\" width=\"400\" height=\"255\" \/><\/a><\/p>\n<h2><em><span style=\"color: #000000;\">Imam Nawawi Rahimahullah dalam kitab <\/span><\/em><em><span style=\"color: #000000;\"><i>Al-Majmu&#8217;<\/i><\/span><\/em><em><span style=\"color: #000000;\"> mencantumkan sebuah riwayat, <\/span><\/em>\u201cDari Nafi\u2019 dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW berangkat pada hari raya beserta al-Fadll bin Abbas, Abdullah, Abbas, Ali, Ja\u2019far, al-Hasan, Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, Ayman Ibn Ummu Aiman mereka meninggikan suaranya (mengeraskan suara) dengan membaca tahlil dan takbir, mengambil rute satu jalan hingga tiba di tempat salat. Dan ketika mereka selesai shalat, mereka kembali melewati rute yang lainnya hingga tiba di kediamannya\u201d. (HR. Al-Baihaqi).<\/h2>\n<p>Sedangan keras-lembutnya suara takbir tidak diatur dengan jelas, apalagi dengan perkembangan zaman melalui <i>speaker<\/i> dan sebagainya. Namun cukup secara <i>jahr <\/i>(keras), minimal terdengar oleh telinga kita sendiri. Rasulullah dan para sahabat juga melalui jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang salat. Tujuannya untuk menyebarkan syiar dan takbir secara lebih luas. Di samping itu, dengan melalui jalan yang bereda, akan terbuka peluang bersilaturahmi dengan lebih banyak orang lagi, baik para tetangga hingga orang yang berpapasan dengan kita di jalan.<\/p>\n<p>Sedangkan di Indonesia, pelaksanaan takbir banyak diwarnai berbagai budaya dan tradisi. Antara lain mengarak bedug atau memukul kentongan berkeliling kampung, menghabiskan malam mengaji dan bertakbir di masjid, dan lain-lain. Bagaimana dengan budaya takbiran di daerahmu? <i>Share<\/i> tradisi malam takbiranmu di kolom komentar di bawah ini ya!<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Takbir adalah salah satu tradisi Idul Fitri yang cukup lekat dengan masyarakat Muslim Indonesia. Takbir berkumandang di mana-mana, menghadirkan suasan tersendiri yang tidak ditemukan di hari lain. Takbiran adalah salah satu cara menghidupkan malam hari raya bagi umat Muslim. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, \u201cDan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya &#8230; <a title=\"Mengapa Harus Takbiran?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/mengapa-harus-takbiran\/\" aria-label=\"Read more about Mengapa Harus Takbiran?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[482,2405,2406],"tags":[],"class_list":["post-209","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-faith","category-idul-fitri","category-lebaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=209"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/209\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}