{"id":1615,"date":"2017-08-25T17:53:00","date_gmt":"2017-08-25T17:53:00","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/2017\/08\/25\/bolehkah-menggabungkan-qurban-dan-aqiqah\/"},"modified":"2017-08-25T17:53:00","modified_gmt":"2017-08-25T17:53:00","slug":"bolehkah-menggabungkan-qurban-dan-aqiqah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/bolehkah-menggabungkan-qurban-dan-aqiqah\/","title":{"rendered":"Bolehkah Menggabungkan Qurban dan Aqiqah?"},"content":{"rendered":"<div class=\"kg-card-markdown\">\n<p>Bolehkah menggabungkan qurban Idul Adha dengan aqiqah anak? Para ulama memiliki beda pendapat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15079\" src=\"https:\/\/assets.hijup.com\/blog\/2017\/08\/aqiqah-300x150.jpg\" alt=\"aqiqah\" width=\"400\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p><strong>Pendapat pertama<\/strong>: <em>Udh-hiyah<\/em> (qurban) tidak boleh digabungkan dengan aqiqah. Pendapat ini adalah pendapat ulama Malikiyah, Syafi\u2019iyah dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad.<\/p>\n<p>Alasan dari pendapat pertama ini karena aqiqah dan qurban memiliki sebab dan maksud tersendiri yang tidak bisa menggantikan satu dan lainnya. \u2018Aqiqah dilaksanakan dalam rangka mensyukuri nikmat kelahiran seorang anak, sedangkan qurban mensyukuri nikmat hidup dan dilaksanakan pada hari <em>An Nahr<\/em> (Idul Adha). (<em>Mawsu\u2019ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, <\/em>2\/1526, Multaqo Ahlul Hadits).<\/p>\n<p>Al Haitami \u2013salah seorang ulama Syafi\u2019iyah- mengatakan, \u201cSeandainya seseorang berniat satu kambing untuk qurban dan \u2018aqiqah sekaligus maka keduanya sama-sama tidak teranggap. Inilah yang lebih tepat karena maksud dari qurban dan \u2018aqiqah itu berbeda.\u201d (<em>Tuhfatul Muhtaj Syarh Al Minhaj<\/em>, 41\/172, Mawqi\u2019 Al Islam).<\/p>\n<p>Ibnu Hajar Al Haitami Al Makkiy dalam Fatawa Kubronya menjelaskan, \u201cSebagaimana pendapat ulama madzhab kami sejak beberapa tahun silam, tidak boleh menggabungkan niat aqiqah dan qurban. Alasannya, karena yang dimaksudkan dalam qurban dan aqiqah adalah dzatnya (sehingga tidak bisa digabungkan dengan lainnya, pen). \u00a0Begitu pula keduanya memiliki sebab dan maksud masing-masing. Udh-hiyah (qurban) sebagai tebusan untuk diri sendiri, sedangkan aqiqah sebagai tebusan untuk anak yang diharap dapat tumbuh menjadi anak sholih dan berbakti, juga aqiqah dilaksanakan untuk mendoakannya.\u201d (<em>Al Fatawa Al Fiqhiyah Al Kubro<\/em>, 9\/420, Mawqi\u2019 Al Islam).<\/p>\n<p><strong>Pendapat kedua<\/strong>: Penggabungan qurban dan \u2018aqiqah itu dibolehkan. Menurut pendapat ini, boleh melaksanakan qurban sekaligus dengan niat \u2018aqiqah atau sebaliknya. Inilah salah satu pendapat dari Imam Ahmad, pendapat ulama Hanafiyah, pendapat Al Hasan Al Bashri, Muhammad bin Sirin dan Qotadah.<\/p>\n<p>Al Hasan Al Bashri mengatakan, \u201cJika seorang anak ingin disyukuri dengan qurban, maka qurban tersebut bisa jadi satu dengan \u2018aqiqah.\u201d Hisyam dan Ibnu Sirin mengatakan, \u201cTetap dianggap sah jika qurban digabungkan dengan \u2018aqiqah.\u201d<a href=\"https:\/\/rumaysho.com\/635-bolehkah-satu-sembelihan-untuk-qurban-dan-aqiqah.html#_ftn4\" data-slimstat-clicked=\"false\" data-slimstat-type=\"2\" data-slimstat-tracking=\"false\" data-slimstat-callback=\"false\"> (<em>Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah<\/em>, 5\/116, Maktabah Ar Rusyd, cetakan pertama, tahun 1409 H<\/a>)<\/p>\n<p>Al Bahuti \u2013seorang ulama Hambali- mengatakan, \u201cJika waktu aqiqah dan penyembelihan qurban bertepatan dengan waktu pelaksanaan qurban, yaitu hari ketujuh kelahiran atau lainnya bertepatan dengan hari Idul Adha, maka boleh melakukan aqiqah sekaligus dengan niat qurban atau melakukan qurban sekaligus dengan niat aqiqah. Sebagaimana jika hari \u2018ied bertepatan dengan hari Jum\u2019at, kita melaksanakan mandi jum\u2019at sekaligus dengan niat mandi \u2018ied atau sebaliknya.\u201d (<em>Syarh Muntahal Irodaat<\/em>, 4\/146, Mawqi\u2019 Al Islam).<\/p>\n<p>Pendapat ini juga dipilih oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim <em>rahimahullah<\/em>. Beliau mengatakan, \u201cJika qurban dan \u2018aqiqah digabungkan, maka cukup dengan satu sembelihan untuk satu rumah. Jadi, diniatkan qurban untuk dirinya, lalu qurban itu juga diniatkan untuk \u2018aqiqah.<\/p>\n<p>Sebagian mereka yang berpendapat demikian, ada yang memberi syarat bahwa aqiqah dan qurban itu diatasnamakan si kecil. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa tidak disyaratkan demikian. Jika seorang ayah berniat untuk berqurban, maka dia juga langsung boleh niatkan aqiqah untuk anaknya.\u201d (Fatawa wa Rasa-il Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 6\/136, Asy Syamilah).<\/p>\n<p>Intinya, Syaikh Muhammad bin Ibrahim membolehkan jika qurban diniatkan sekaligus dengan aqiqah.<\/p>\n<div><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bolehkah menggabungkan qurban Idul Adha dengan aqiqah anak? Para ulama memiliki beda pendapat. Pendapat pertama: Udh-hiyah (qurban) tidak boleh digabungkan dengan aqiqah. Pendapat ini adalah pendapat ulama Malikiyah, Syafi\u2019iyah dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad. Alasan dari pendapat pertama ini karena aqiqah dan qurban memiliki sebab dan maksud tersendiri yang tidak bisa menggantikan satu &#8230; <a title=\"Bolehkah Menggabungkan Qurban dan Aqiqah?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/bolehkah-menggabungkan-qurban-dan-aqiqah\/\" aria-label=\"Read more about Bolehkah Menggabungkan Qurban dan Aqiqah?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":3974,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[482],"tags":[],"class_list":["post-1615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-faith"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1615"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1615\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}