{"id":1253,"date":"2015-09-04T05:53:01","date_gmt":"2015-09-04T05:53:01","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/2015\/09\/04\/tips-menyiasati-budget-liburan\/"},"modified":"2015-09-04T05:53:01","modified_gmt":"2015-09-04T05:53:01","slug":"tips-menyiasati-budget-liburan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/tips-menyiasati-budget-liburan\/","title":{"rendered":"Tips Menyiasati Budget Liburan"},"content":{"rendered":"<div class=\"kg-card-markdown\">\n<p><a href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-content\/uploads\/blog\/2015\/09\/Tips-menyiasati-budget-liburan-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5240 size-medium\" src=\"https:\/\/assets.hijup.com\/blog\/2015\/09\/Tips-menyiasati-budget-liburan-2-300x300.jpg\" alt=\"Tips menyiasati budget liburan 2\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/a><\/p>\n<p><em>Travel light is a must<\/em>. Kita umumnya mengartikannya dengan istilah \u201cpraktis\u201d karena kita hanya menenteng 1 koper\u00a0 atau 1 <em>backpack<\/em> saja. Namun, saya justru menemukan arti lain yang lebih mendalam. Sudah selayaknya traveling itu selain ringan di jinjing, juga ringan di dompet.\u00a0 Tidak percaya? Yuk, simak 2 kisah Kalila dan Rima dibawah ini.<\/p>\n<p><strong>Kasus 1: Traveling by Debt<\/strong><\/p>\n<p>Kalila, 28 tahun, dilanda galau tingkat dewa setelah menerima tagihan kartu kreditnya. Tagihan liburan 5 bulan lalu ke Raja Ampat bersama teman-teman belum selesai ia lunasi, namun tagihan liburan akhir tahunnya ke Jepang sudah unjuk gigi. Dia perlu waktu setahun untuk melunasi 2 tagihan liburan tersebut, tanpa menggesek tagihan baru dan hanya bisa melunasi sebesar minimum <em>payment<\/em>-nya saja. Menyedihkan. Kulit hitam seksi yang sempat ia banggakan sepulang liburan dari Raja Ampat, sudah kembali putih, sementara tagihannya mengancamnya selama setahun kedepan.<\/p>\n<p><strong>Kasus 2: Travelling with Worries<\/strong><\/p>\n<p>Rima, 26 tahun, dengan bangga memajang foto-foto jepretannya selama <em>travelling<\/em> di akun instagram miliknya. Aksinya yang mengundang iri teman-temannya itu ternyata diam-diam membuat Rima <em>deg-degan<\/em>. Pasalnya, Rima nyaris tidak punya tabungan. Saldo tabungannya selalu <em>ludes<\/em> digunakannya untuk liburan. Rima bahkan tidak memiliki dana darurat jika terjadi sesuatu yang sifatnya <em>emergency<\/em>.<\/p>\n<p><em>Familiar <\/em>dengan kisah Kalila dan Rima? Kita semua sepakat, tujuan<em> traveling<\/em> adalah untuk menghilangkan penat pekerjaan dan aneka <em>deadline<\/em> di kantor. Maka itu,<em> traveling<\/em> seharusnya <em>refreshing, yet recharging our energy and spirits.<\/em> Tapi jika kasus di atas terjadi, apakah kita bisa semangat kembali bekerja? Dimana esensi <em>travel light<\/em> yang sebenarnya jika pulang berlibur malah berbuah kepala pusing. Saya yakin, Kalila dan Rima mungkin selama liburan tidak menenteng barang yang merepotkan. Tapi mereka lupa, <em>travel light<\/em> juga berarti tidak merepotkan dompet sepulang liburan.<\/p>\n<p><strong>Plan Your Dreams!<\/strong><\/p>\n<p>Tanpa perencanaan yang baik, jangan heran jika biaya yang kita keluarkan akan jauh lebih mahal dan bahkan berpotensi pada masalah utang. Yuk, kita ikuti step berikut ini agar liburan berikutnya menjadi liburan yang benar-benar <em>stress free<\/em>!<\/p>\n<p><strong>Step 1: Tentukan Destinasi Liburan<\/strong><\/p>\n<p>Tentukan tidak hanya tempat tujuan tetapi juga berapa lama kita akan berlibur. Tentukan apakah kita akan menggunakan jasa biro perjalanan atau tidak. Keunggulan menggunakan biro perjalanan adalah kita tidak perlu repot menentukan akomodasi, tiket, makan, dll. Semua sudah termasuk dalam harga paket <em>tour<\/em>. Kelemahannya, kita tidak bisa menentukan berapa lama berada di suatu tempat karena semua sudah diatur oleh biro perjalanan.<\/p>\n<p>Kapan liburan ini akan dieksekusi? 1 tahun lagi? 3 tahun lagi? Penting menentukan waktu ini agar kita bisa menentukan instrumen investasi yang tepat untuk mencapainya dan berapa besar tabungan yang perlu disisihkan secara regular.<\/p>\n<p>Jika menggunakan jasa biro perjalanan, silakan langsung ke <em>step<\/em> 3. Jika melakukan liburan secara independen, lanjutkan ke <em>step<\/em> 2.<\/p>\n<p><strong>Step 2: Budget Based <em>Itinerary<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Ketika kita memutuskan untuk berlibur independen tanpa biro perjalanan, maka langkah berikutnya adalah menyusun <em>budget<\/em> liburan. Agar mudah, kita buat <em>budget<\/em> sesuai <em>itinerary<\/em>. Misalnya saja berencana untuk berlibur ke\u00a0Kuala Lumpur-Singapore-Bangkok.\u00a0Jika kita berencana liburan ke Eropa atau Amerika, tentunya biayanya akan lebih besar. Mulailah cari informasi dari sekarang berapa besarnya <em>budget<\/em> untuk setiap komponen biaya tersebut.<\/p>\n<p><strong>Step 3: Tentukan Instrumen Investasi yang tepat<\/strong><\/p>\n<p>Setelah mengetahui berapa <em>budget<\/em> liburan, kita tinggal menyiapkan dananya lewat instrumen investasi yang tepat.<\/p>\n<table width=\"673\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>a.\u00a0\u00a0\u00a0 Tiket pesawat; dengan menyiapkan liburan jauh hari, kita bisa mendapatkan harga tiket promo yang jauh lebih murah,b.\u00a0\u00a0\u00a0 Transportasi lokal di daerah tujuan;c.\u00a0\u00a0\u00a0 Akomodasi; kita bisa menentukan apakah akan tinggal di hotel atau hostel. Walaupun hanya berbeda satu huruf \u2018s\u2019 saja dalam penulisannya, antara hostel dan hotel memberikan dampak yang signifikan terhadap <em>budget.<\/em> Jika kita ingin liburan dengan nyaman dan mewah, maka hotel pilihan kita. Namun, jika kita hanya memerlukan tempat istirahat yang aman dan relatif nyaman, hostel bisa menjadi pilihan bijaksana.<\/p>\n<p>d.\u00a0\u00a0\u00a0 Biaya makan dan minum; pastikan kita hanya mengonsumsi makanan halal<\/p>\n<p>e.\u00a0\u00a0\u00a0 Fiskal; termasuk diantaranya airport <em>tax<\/em><\/p>\n<p>f.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Asuransi perjalanan;<\/p>\n<p>g.\u00a0\u00a0\u00a0 Uang saku; termasuk <em>budget<\/em> untuk membeli <em>souvenir<\/em> dan oleh-oleh.<\/p>\n<p>h.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Biaya tak terduga; kita bisa menganggarkan biaya lain-lain sebesar 15% dari total budget<\/p>\n<p>Semua biaya telah dikonversi menjadi Rupiah<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Misalkan, untuk liburan ke Kuala Lumpur-Singapore-Bangkok, kita bisa memilih beberapa alternatif pencapaiannya sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Mulai berinvestasi sebesar Rp 500,000 per bulan, disisihkan dari gaji bulanan dan ditempatkan dalam reksadana pasar uang, <strong>atau<\/strong>;<\/li>\n<li>Budget liburan ini bisa menggunakan bonus tahunan atau THR dan menyisihkannya sebesar Rp 6 juta setiap tahunnya, <strong>atau<\/strong>;<\/li>\n<li>Jika kita memiliki sejumlah tabungan sebesar Rp 11 juta sekaligus, bisa kita simpan selama 2 tahun dalam reksadana pasar uang tanpa top up investasi.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Jujur Pada Diri Sendiri<\/strong><\/p>\n<p>Setelah melihat ilustrasi diatas, mari kita jujur pada diri kita sendiri, mana yang kita pilih? Liburan dadakan tanpa perencanaan matang tapi ujungnya berutang seperti Kalila? Atau liburan bebas utang tapi tetap <em>deg-degan <\/em>karena sepulang liburan kita malah <em>bokek<\/em>? Atau kita memilih cara cerdas berkomitmen untuk berinvestasi menyiapkan dana liburan jauh hari?<\/p>\n<p><em>So, let\u2019s travel light \u2013 on baggage and also on budget<\/em>!<\/p>\n<p>Teks oleh Eka Agustina, SE.,Ak, CFP<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Travel light is a must. Kita umumnya mengartikannya dengan istilah \u201cpraktis\u201d karena kita hanya menenteng 1 koper\u00a0 atau 1 backpack saja. Namun, saya justru menemukan arti lain yang lebih mendalam. Sudah selayaknya traveling itu selain ringan di jinjing, juga ringan di dompet.\u00a0 Tidak percaya? Yuk, simak 2 kisah Kalila dan Rima dibawah ini. Kasus 1: &#8230; <a title=\"Tips Menyiasati Budget Liburan\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/tips-menyiasati-budget-liburan\/\" aria-label=\"Read more about Tips Menyiasati Budget Liburan\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3633,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[474,79,4551,2965],"tags":[],"class_list":["post-1253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspiration","category-travel-2","category-travel-budget","category-travelling"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1253"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}