{"id":1115,"date":"2015-10-21T08:20:24","date_gmt":"2015-10-21T08:20:24","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/2015\/10\/21\/keuntungan-menjadi-seorang-intrapreneur\/"},"modified":"2015-10-21T08:20:24","modified_gmt":"2015-10-21T08:20:24","slug":"keuntungan-menjadi-seorang-intrapreneur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/keuntungan-menjadi-seorang-intrapreneur\/","title":{"rendered":"Keuntungan menjadi Seorang Intrapereneur"},"content":{"rendered":"<div class=\"kg-card-markdown\">\n<p><em><a href=\"https:\/\/hijup.com\/\/?&#038;utm_source=laiqamagz&#038;utm_medium=web&#038;utm_campaign=laiqamagz\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5931\" src=\"https:\/\/assets.hijup.com\/blog\/2015\/10\/intrapreneurship.jpg\" alt=\"intrapreneurship\" width=\"550\" height=\"440\" \/><\/a><\/em><\/p>\n<p>Sekarang ini sepertinya jabatan yang paling keren, yang paling hits, di kalangan <em>fresh graduates<\/em> adalah <em>entrepreneur<\/em>. Dari hasil pengamatan saya pribadi saat sedang menjadi dosen tamu di kampus-kampus, kebanyakan sudah memulai usaha sendiri bahkan saat belum lulus, dan bercita-cita untuk membesarkan usahanya pada saat sudah menyandang gelar sarjana.\u00a0 Fenomena ini sepertinya tidak lepas dari cerita kesuksesan bilioner-bilioner muda seperti misalnya Mark Zuckerberg (<em>founder<\/em> Facebook) dan Kevin Systrom (<em>founder <\/em>Instagram), yang menjadi inspirasi bagi para calon sarjana.<\/p>\n<p>Namun tidak semua orang sudah memiliki keyakinan untuk langsung menjadi <em>entrepreneur<\/em> setelah lulus kuliah. Alasannya banyak faktor, yang paling umum biasanya: merasa belum mempunyai cukup pengalaman, tidak memiliki modal finansial, kurang <em>network<\/em>, dan belum direstui orang tua. <em>Sounds familiar<\/em>? Kamu tidak sendirian \u2013 karena banyak sekali yang merasakan hal yang sama, termasuk saya sendiri. Setelah bekerja selama 10 tahun sebagai professional di salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia, baru saya berani memutuskan untuk menjadi seorang <em>entrepreneur<\/em> \u2013 setelah sebelumnya melatih diri saya sendiri untuk menjadi seorang <em>intrapreneur<\/em>.<\/p>\n<p>Apakah <em>intrapreneur<\/em> itu? Intrapreneur adalah seorang karyawan yang bertindak seperti <em>entrepreneur<\/em> di perusahaan tempat ia bekerja. Ini adalah sebuah konsep yang mulai banyak diusung oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Dreamworks. Google mendorong karyawan-karyawannya untuk menghabiskan 20% dari waktu kerja mereka mengerjakan hal-hal di luar dari<em> job description <\/em>mereka. Gmail adalah salah satu hasil sukses dari program ini. Sementara Dreamworks mengadakan kelas-kelas di mana karyawan belajar bagaimana caranya menjual dan mempresentasikan ide-ide mereka kepada manajemen pimpinan; diikuti dengan prakteknya.<\/p>\n<p>Menjadi seorang intrapreneur adalah jembatan yang sangat baik untuk nantinya menjadi seorang <em>entrepreneur<\/em>. Dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki perusahaan tempat kamu bekerja, kamu bisa mendapatkan keahlian-keahlian yang dibutuhkan, mengerti proses bisnis, dan belajar mendapatkan kepercayaan diri untuk mengelola usaha kamu sendiri di kemudian hari.<\/p>\n<p>Keuntungan menjadi seorang <em>intrapreneur<\/em> sebelum memutuskan menjadi <em>entrepreneur<\/em>:<\/p>\n<p><strong>1. Belajar untuk gagal, dengan resiko minimal.<\/strong><\/p>\n<p>Seperti halnya <em>entrepreneur<\/em>, seorang <em>intrapreneur<\/em> pun bisa gagal dalam menjalankan idenya. Bedanya, gagal saat menjadi <em>intrapreneur<\/em> tidak akan berpengaruh terhadap arus kas kamu \u2013 karena kerugian akan diserap oleh perusahaan, dan gaji bulanan akan tetap masuk. Tapi pelajaran \u201cmengapa bisa gagal?\u201d dan bagaimana supaya tidak terulang kembali akan tetap melekat dan menjadi pengalaman yang sangat berharga saat sudah menjadi <em>entrepreneur.<\/em><\/p>\n<p><strong>2. Lebih mudah untuk \u201cmenjual diri\u201d<\/strong><\/p>\n<p><em>Sales skills<\/em> wajib hukumnya untuk seorang<em> entrepreneur<\/em>. Tanpa kemampuan \u201cmenjual diri\u201d dan \u201cmenjual ide\u201d ke calon partner, calon konsumen, calon <em>investor<\/em>, bahkan calon karyawan, bisnis kita tidak akan bisa bertahan. Menyandang predikat jabatan dari perusahaan tempat kita bekerja bisa melicinkan jalan untuk bertemu orang yang tepat, sekaligus juga memberi kita tambahan kredibilitas saat berbicara dengan orang-orang tersebut. Manfaatkan saat-saat ini sebagai ajang latihan untuk menjual diri dan ide-ide kamu. Jangan lupa bangun <em>network<\/em> sebanyak mungkin dibangun, dan pelihara dengan baik \u2013 karena nanti pasti akan berguna saat sudah menjadi <em>entrepreneur. <\/em><\/p>\n<p><strong>3. Berlatih menjadi seorang <em>leader, <\/em>sekaligus <em>team player<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Untuk menjadi seorang <em>entrepreneur<\/em> sukses, pastinya kita harus bisa menjadi <em>leader<\/em> yang baik untuk karyawan-karyawan kita. Bekerja di sebuah perusahaan bisa membantu kita untuk mengidentifikasi karakter-karakter<em> leader <\/em>yang baik, untuk diikuti \u2013 dan yang kurang baik, untuk tidak diikuti pada saat nanti kita sendiri sudah menjadi <em>entrepreneur.<\/em> Selain itu, kita pun akan sudah terbiasa bekerja dalam tim \u2013 sehingga kemampuan berkomunikasi dan bekerja-sama seharusnya sudah terbentuk dengan baik.<\/p>\n<p>Sayangnya, banyak yang begitu sudah menjadi karyawan lalu terlena dengan stabilitas dan ritme kerja sehari-hari, sehingga lupa untuk terus mengibarkan semangat <em>intrapreneurship<\/em>. Yang dikerjakan hanya job description yang tertera di kontrak saja \u2013 padahal akan lebih banyak manfaatnya apabila kita menjadi <em>intrapreneur,<\/em> seorang <em>entrepreneur<\/em> dalam perusahaan yang melakukan sesuatu di luar<em> job description<\/em> yang akan membantu bisnis perusahaan untuk makin maju. Selain membuat diri kita lebih berguna bagi perusahaan \u2013 yang tentunya akan dihargai dengan antara lain promosi jabatan dan kenaikan gaji, juga bisa membekali diri untuk menjadi <em>entrepreneur<\/em> kelak.<\/p>\n<p>Jadi, kalau sekarang sedang galau karena merasa tujuan hidupnya ingin menjadi <em>entrepreneur<\/em> tapi merasa belum siap \u2013 jadi <em>intrapreneur<\/em> saja dulu; sekaligus cek ombak sebelum benar-benar menjadi <em>entrepreneur<\/em>. Lebih baik memulai\u00a0 sedikit \u201cterlambat\u201d kan, daripada buru-buru tapi kurang persiapan?<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Teks: Desy Bachir<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekarang ini sepertinya jabatan yang paling keren, yang paling hits, di kalangan fresh graduates adalah entrepreneur. Dari hasil pengamatan saya pribadi saat sedang menjadi dosen tamu di kampus-kampus, kebanyakan sudah memulai usaha sendiri bahkan saat belum lulus, dan bercita-cita untuk membesarkan usahanya pada saat sudah menyandang gelar sarjana.\u00a0 Fenomena ini sepertinya tidak lepas dari cerita &#8230; <a title=\"Keuntungan menjadi Seorang Intrapereneur\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/keuntungan-menjadi-seorang-intrapreneur\/\" aria-label=\"Read more about Keuntungan menjadi Seorang Intrapereneur\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3495,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[474],"tags":[],"class_list":["post-1115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspiration"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1115"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1115\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hijup.com\/magazine\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}